Balas Budi Tikus (Yunani)

( Kepribadian : Tidak Mudah Menyerah )

 

Suatu hari, ada seekor singa sedang tidur siang. Tiba-tiba, datang seekor tikus. Tikus itu berlari melewati muka singa.

Singa yang terkejut akhirnya terbangun. “Siapa kau? Berani-beraninya mengganggu tidur siangku,” kata singa sambil mengaum marah. Siapa pun berhasil menginjak ekor tikus.

“Ma…maafkan aku. Aku tidak sengaja menganggu tidurmu,” jawab tikus ketakutan.

“Kau harus dihukum!” kata singa.

“Tolong lepaskan aku. Jika kau lepaskan aku, aku berjanji suatu saat akan menolongmu,” kata tikus memohon.

Singa pun tertawa mendengarnya. “Bagaimana bisa hewan kecil sepertimu bisa menolong aku, si raja hutan? Tapi baiklah, aku akan melepaskanmu. Lagipula kau hanya hewan kecil, aku tidak akan kenyang jika memakanmu,” kata singa.

Singa pun akhirnya melepaskan si tikus. “Terima kasih, singa yang baik. Aku berjanji tidak akan melupakan kebaikanmu,” kata tikus.

Waktu pun berlalu. Pada suatu siang, singa masuk ke perangkap pemburu. Si pemburu mengikat singa di sebuah pohon. Setelah itu, pemburu pergi mencari gerobak untuk mengangkut singa.

Singa pun mengaum sangat keras. Dia marah dan ketakutan. Tikus mendengar auman singa.

“Sepertinya singa sedang dalam kesulitan. Aku harus segera menolongnya,” pikir tikus.

Tikus pun segera mencari singa. Dia akhirnya melihat singa sedang diikat di sebuah pohon.

“Jangan khawatir singa, aku akan segera menolongmu,” kata tikus.

Tikus lalu mengigit tali yang mengikat singa. Setelah berusaha keras, akhirnya tali itu putus.

Singa pun bebas. Singa dan tikus segera berlari sebelum pemburu datang lagi.

Singa sangat berterima kasih pada tikus. Ternyata, tikus benar-benar menepati janjinya.

 

Dari buku : Fabel Dunia

Penulis : Feny Andiani

 

 

 

 

Bantu setiap anak mendengar dongeng. Ayo di share...Share on Facebook
guntur
Berkecimpung bidang pengembangan diri.

Berbagi dongeng sebelum tidur di dongengkita.com
guntur on Facebookguntur on Instagram

Please Login to Comment.