Rubah dan Buah Anggur (Yunani)

( Kepribadian : Tidak Mudah Menyerah )

Suatu hari di musim panas, ada seekor rubah yang sedang kehausan. Dia pun pergi ke sungai untuk minum.

Dalam perjalanan menuju sungai, rubah melihat sebuah pohon anggur.

Pohon anggur itu sedang berbuah. Buahnya lebat dan ranum. Warnanya merah keungu-unguan.

Melihat anggur yang ranum itu, rubah pun ingin mencicipinya.

“Buah itu terlihat manis dan banyak mengandung air. Rasanya pasti segar,” pikir rubah.

Rubah kemudian berusaha mengambil anggur itu. Dia berdiri di atas dua kaki belakangnya dan mencoba memetik buah anggur. Dia tidak berhasil.

Rubah mencoba lagi. Dia mundur selangkah mengambil ancang-ancang, lalu melompat. Namun, dia masih belum berhasil memetik buah anggur.

Kemudian, dia mundur lebih jauh lagi untuk mengambil ancang-ancang. Setelah itu dia berlari dan melompat. Dia masih gagal juga.

Rubah pun masih mencoba melompat berkali-kali. Buah anggur itu masih belum berhasil dia petik.

Rubah akhirnya kesal. “Ah, buah anggur itu letaknya sangat tinggi. Rasanya juga mungkin tidak enak. Untuk apa aku susah memetiknya?” kata rubah.

Rubah pun pergi meninggalkan pohon anggur itu.

Tidak lama kemudian, muncul rubah lain. Dia juga ingin memetik buah anggur. Sama seperti rubah pertama, dia mencoba memetiknya tapi tidak berhasil.

Rubah itu tidak menyerah. Dia akhirnya mendapat ide menggunakan sebatang kayu.

Usahanya berhasil! Rubah itu akhirnya bisa menikmati buah anggur yang segar dan manis.

Sayang sekali rubah pertama terlalu cepat menyerah. Dia tidak pernah tahu bagaimana nikmatnya makan anggur.

Dari buku : Fabel Dunia

Penulis : Feny Andiani

 

 

Bantu setiap anak mendengar dongeng. Ayo di share...Share on Facebook
guntur
Berkecimpung bidang pengembangan diri.

Berbagi dongeng sebelum tidur di dongengkita.com
guntur on Facebookguntur on Instagram

Please Login to Comment.