Kelinci Hutan dan Kura-Kura (Yunani)

( Kepribadian : Tidak Mudah Menyerah )

Suatu hari, kelinci, kura-kura dan rubah sedang asyik mengobrol.

“Kenapa jalanmu pelan sekali?” tanya kelinci pada kura-kura.

“Mungkin karena aku selalu membawa rumahku kemana-mana. Walaupun jalanku pelan, aku yakin bisa mengalahkanmu dalam lomba lari,” jawab kura-kura.

“Hah? Bagaimana Bisa? Aku bisa berlari sangat cepat. Kau pasti kalah melawanku,” kata kelinci sombong.

“Ayo kita buktikan saja. Aku siap menjadi wasitnya,” kata rubah.

Kelinci dan kura-kura lalu bersiap-siap. Mereka akan berlari sampai ke sebuah pohon di ujung bukit.

Rubah pun segera memberi aba-aba. Setelah hitungan ketiga, kelinci dan kura-kura mulai berlari.

Kelinci berlari dengan cepat. Dalam waktu sebentar saja, dia sudah berada jauh di depan kura-kura.

“Ah, aku capek. Sebaiknya aku tidur dulu sebentar. Kura-kura tidak akan menyusulku,” pikir kelinci. Kemudian kelinci pun tertidur.

Sementara itu, walaupun jalannya pelan, kura-kura terus berjalan. Dia tidak berhenti sama sekali untuk beristirahat.

Akhirnya, kura-kura melewati kelinci yang sedang tidur nyenyak. Kura-kura pun terus berjalan dan akhirnya sampai ke garis akhir.

Setelah tertidur cukup lama, kelinci akhirnya bangun. Dia langsung lari cepat menuju garis akhir.

Tapi, alangkah terkejutnya kelinci. Kura-kura ternyata sudah berada di garis akhir.

“Bagaimana bisa kau mencapai garis akhir lebih dulu?” tanya kelinci.

“Aku hanya terus berjalan tanpa berhenti,” jawab kura-kura.

“Aku nyatakan kura-kura sebagai juara dalam lomba lari ini. Horeee…!” kata rubah.

Kelinci mereasa kesal karena kalah. Tapi sejak saat itu, dia tidak pernah meremehkan kura-kura lagi.

 

Dari buku : Fabel Dunia

Penulis : Feny Andiani

 

Bantu setiap anak mendengar dongeng. Ayo di share...Share on Facebook
guntur
Berkecimpung bidang pengembangan diri.

Berbagi dongeng sebelum tidur di dongengkita.com
guntur on Facebookguntur on Instagram

Please Login to Comment.