Gagak Pintar dan Kendi Air (Yunani)

( Kepribadian : Terus Mencoba )

Suatu hari di musim panas, seekor gagak tua sedang terbang mencari air. Dia sangat kehausan.

Hujan sudah lama tidak turun. Sungai dan kolam menjadi kering.

“Aduh, aku haus sekali. Aku sudah mencari air kemana-mana, tapi tidak ada. Kalau aku tidak segera minum, aku pasti pingsan,” kata gagak.

Setelah terbang lama, akhirnya gagak melihat sebuah kendi di taman. Kendi itu berisi air.

Dia pun terbang mendekati kendi itu. Gagak tua berusaha meminum air dalamnya, tapi tidak bisa.

“Aku haus sekali. Aku harus minum air dalam kendi ini,” kata gagak tua.

Gagak mencoba mematuk-matuk kendi.

“Ah, kendi ini keras sekali. Aku tidak bisa memecahkannya,” kata gagak.

Gagak tua lalu mencoba menjatuhkan kendi. Dia mendorong dengan dadanya.

“Aduh, kendi ini berat sekali. Aku tidak bisa menjatuhkannya.”

Gagak pun berpikir sebentar.

“Aha! Aku punya ide bagus,” kata gagak gembira.

Gagak mengambil kerikil satu per satu dengan paruhnya. Lalu, dia memasukannya ke dalam kendi.

Ternyata, kerikil itu membuat permukaan air menjadi naik. Semakin banyak kerikil yang dia masukan, permukaan air di dalam kendi semakin naik.

Tidak lama kemudian, permukaan air di dalam kendi sudah cukup tinggi. Gagak tua pun akhirnya bisa minum dengan gembira.

 

Dari buku : Fabel Dunia

Penulis : Feny Andiani

 

Bantu setiap anak mendengar dongeng. Ayo di share...Share on Facebook
guntur
Berkecimpung bidang pengembangan diri.

Berbagi dongeng sebelum tidur di dongengkita.com
guntur on Facebookguntur on Instagram

Please Login to Comment.